September 15, 2016
No Comments

Siapa sih yang tak kenal Gildan. Merek kaos oblong yang fenomenal ini akhi-akhir ini sering dibincangkan pada 3 tahun terakhir.

Ramainya pasokan pasar akan kaos polos yang konon terjamin kontrol kualitasnya ini membuat banyak pemasok kaos oblong baru bermunculan dan berkompetisi. Apalagi saat Gildan mulai secara resmi merekrut distributor resminya di Indonesia.

Sebagai produsen t-shirt oblong dengan komposisi katun alami murni, Perusahaan Gildan mampu menunjukkan eksistensinya hingga saat ini. Dengan berbagai jenis produk yang ditawarkan, Gildan mampu menjadi “pemenang” dan mengalahkan produsen t-shirt polos lokal.

Kini tak jarang dari kita yang bertanya-tanya, bagaimana sih sebenarnya awal mula sejarah Gildan, sehingga bisa menjadi raksasa perusahaan kaos polos? Berikut ini adalah kisah bagaimana Merk Gildan mampu menembus pasar dunia dan menjadi pabrik terbaik produsen t-shirt polos saat ini.

Awal Pendirian Bisnis

Gildan didirikan pertama kali oleh Glenn Chamandy dan Greg Chamandy pada tahun 1984. Mereka berdua mulai mendirikan perusahaan ini dengan mengakuisisi sebuah pabrik industri pakaian di Montreal, Canada.

Tadinya, tujuan utama pendirian Gildan saat itu adalah untuk menjadi pemasok kaos kepada anak perusahaannya, Harley Inc.

Mulai Fokus Pada Produk Pakaian

Namun sayangnya Harley Inc ditutup pada tahun 1994. Hal ini terjadi karena Gildan ingin memfokuskan bisnisnya pada ekspansi bisnis dengan brand Gildan Activewear. Kemudian pada tahun 1997, Gildan membuka sebuah pabrik garmen di daerah San Pedro Sula, Honduras.

Hebatnya, pada tahun yang sama, Gildan menjadi produsen activewear grosiran pertama yang mendapatkan standar sertifikasi Internasional. Sertifikasi tersebut meliputi penilaian spesifikasi seragam standar untuk industri tekstil.

Sertifikasi tersebut juga memastikan bahwa proses dan produksi akhir Gildan telah diuji mengandung jumlah zat berbahaya yang lebih rendah dari standar yang ditetapkan dunia.

Dalam kegiatan produksinya , Gildan menerapkan sistem proses produksi yang ramah lingkungan. Seperti sistem pengelolaan limbah yang diterapkan di Honduras dan Republik Dominika.

Di negara tersebut, Gildan memanfaatkan manajemen limbah biologis yang dikombinasikan dengan gravitasi dan mikroorganisme.

Dengan teknologi mutakhir berupa pemanfaatan sinar matahari, sistem produksi yang dilakukan pun bisa meminimalisir bahan kimia jahat dan pewarna limbah.

Dengan demikian, ekosistem di lokasi setempat pun aman terjaga, sehingga tidak merugikan lingkungan di sekitarnya.

Menjadi Nomor Satu di Amerika

Seiring berkembangnya perusahaan, Gildan kemudian semakin memperkuat sistemnya. Dalam aktifitas usahanya, perusahaan ini menerapkan teknologi canggih dan mengkombinasikannya dengan menekan biaya sehingga bisa menaruh harga jual di bawah produsen Tiongkok.

Padahal tiongkok terkenal dengan harga produknya yang selalu paling murah sejagad.

Namun di sisi lain, Gildan juga dinilai sangat peduli akan kesejahteraan pekerjanya sehingga memberikan layanan kepada pekerjanya berupa fasilitas klinik kesehatan di lingkungan perusahaan. Sistem manajemen pabrik yang terintegrasi secara vertikal ini membuat kepercayaan pasar semakin membaik.

Lalu pada tahun 2001, perusahaan dengan jumlah pekerja yang mencapai 1.200 karyawan pada saat itu meraih gelar sebagai perusahaan pemasok kaos oblong nomor satu di Amerika Serikat.

Ekspansi Pabrik dan Diversifikasi Produk

Setelah menjadi nomor satu di Amerika, Gildan pun mulai mengembangkan perusahaannya keluar benua. Pembenahan dan peningkatan kapasitas pun dilakukan. Dalam aktifitas produksinya tersebut, Gildan mulai melakukan seluruh prosesnya secara mandiri.

Mulai dari penjahitan, pewarnaan, pemotongan sampai proses finishing pun dilakukan di pabriknya sendiri.

Ekspansi perusahaan pun dilakukan pada tahun-tahun berikutnya. Setelah membuka pabrik di Rico Nance, Honduras, Gildan membuka cabang pabrik lagi di Nicaragua dan Republik Dominika.

Sedangkan pusat distribusi yang dipilih adalah di Charleston, Carolina Selatan. Charleston dipilih karena dianggap paling strategis dan mudah diakses dimana-mana.

Beragam varian produk dengan model dan bahan baru pun mulai dipasarkan. Diantaranya dengan meluncurkan t-shirt dengan bahan ultra, ringer, premium dan heay.

Selain itu, Gildan juga mulai memproduksi pakaian lain seperti sweater, fleece, tye dye dan sport shirts. Perusahaan ini pun menelurkan beberapa anak merk / label pribadi, diantaranya Gold Toe, Auro, All Pro, dan Gildan.

Merambah Asia-Eropa dan Menjadi Raksasa

Gildan pun tumbuh semakin kuat. Pada tahun 2010, Gildan menginvestasikan sebesar US$ 15 juta dengan melakukan investasi pada Shahriyar Fabric Industries Limited, Bangladesh.

Bangladesh sengaja dipilih karena merupakan salah satu pengekspor tekstil terbaik di dunia. Selain itu, eksplorasi di Bangladesh dilakukan sebagai salah satu kontribusi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Asia dan Eropa.

Pada Tahun 2011, Gildan membeli Gold Toe Moretz, salah satu produsen kaos kaki yang berpusat di Carolina Utara. Lalu di tahun 2012 Gildan semakin menancapkan bisnisnya dengan membeli perusahaan besar Anvil Holdings Inc.

Perusahaan tersebut merupakan produsen pakaian yang telah berkiprah dalam industri pakaian selama lebih dari 130 tahun.

admin

    Your Turn To Talk

    Leave a reply:

    Your email address will not be published.