January 11, 2017
No Comments

Kenapa sablon rubber yang katanya elastis tapi ketika ditarik masih retak? Sablon rubber atau karet, dikategorikan ke dalam water based ink atau tinta sablon berbasis air. Kenapa dinamakan rubber? Tentu saja karena karakteristik tinta ini sangant elastis ketika ditarik, maka dari itu tinta ini sering disablon pada t-shirt berbahan combed atau spandex.

Tapi kenapa ya banyak ditemui sablon rubber yang retak ketika ditarik? Bebrappa faktor yang mempengaruhi diantaranya: 1) proses curing, 2) campuran pigmen “bibit warna”, 3) merk tinta yang digunakan.

Curing

www.indiantradebird.com

www.indiantradebird.com

Dinamakan juga proses pengeringan ini adalah faktor yang paling penting dalam proses sablon. Kalau tinta rubber, curing yang tepat itu adalah dengan menggunakan heat press paada suhu 110C-170C.

Jika budget tidak mencukupi, biasanya disiasati dengan disetrika, dihair drying, dikipas angin, dijemur diterik matahari. Tentu teknik curing alternatif ini akan menghasilkan produk akhir yang berbeda kualitasnya dengan curing heat press.

Untuk produk premium, sebaiknya teknik curing alternatif tidak di gunakan karena tidak menjamin tinta rubber akan baik kualitas rekatnya, sehingga tidak ada salahnya kalian yang menanyakan ke vendor sablon kaos yang menawrkan produk standar distro perihal teknik curing apa yang mereka gunakan.

Tipe atau merk mesin heat pess juga menentukan kualitas.

Campuran pigmen “bibit warna”

miamiscreenprintsupply.com

miamiscreenprintsupply.com

Pada dasarnya tinta rubber dibagi menjadi 3 jenis, white, transparan, MAT. Tinta white adalah tinta berwarna putih 100%, tinta transparan adalah tinta tanpa warna yang biasa digunakan untuk separasi (CMYK), serta tinta MAT yaitu tinta dengan  komposisi 50% white, 50% transparan, biasa digunakan untuk membuat warna baru dengan tambahan pigmen warna.

Tinta MAT adalah tinta yang sering digunakan untuk membentuk warna-warna solid. Pada umumnya, tinta rubber yang retak ketika ditarik adalah tinta-tinta berwarna pekat seperti hitam, merah, biru, dan lainnya. Warna-warna tersebut ketika dibuat harus dicampur dengan bibit warna lebih banyak, sedangkan bibit warna itu biasanya terbuat dari cairan (lebih banyak air).

Hal inilah yang menyebabkan tinta ketika disablon dapat mudah retak, karena terlalu banyak mengandung air. Istilah untuk kasus ini sering dibuat over-pigmen, atau over-bibit.

Biasanya tinta ini yang over-pigmen walaupun sudah dicuring dengan heat press, pada saat pertama kali pencucian normal, tinta yang disablon akan tetap mudah retak. Bagaimana solusinya? Solusinya dengan mengatur kekentalan tinta pada saat peracikan warna, bisa ditambahkan dengan binder pengental.

Merk Tinta Sablon

matsuicolor.com

matsuicolor.com

Merk juga menentukan kualitas tinta sablon. Pastikan merk yang digunakan oleh vendor sablon kaos pilihan teman-teman menggunakan merk yang terkenal berkualitas, baik import ataupun lokal, bukan tinta sablon oplosan. Penggunaan pasta dan pigmen juga harus diperhatikan menggunakan merk tinta yang sama.

admin

    Your Turn To Talk

    Leave a reply:

    Your email address will not be published.